China telah mengumumkan perubahan signifikan dalam kebijakan pengembalian pajak ekspornya, yang berlaku mulai 1 April 2026, dan akan berdampak besar pada sektor bahan bangunan. Perubahan utama adalah pembatalan sepenuhnya pengembalian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ekspor untuk berbagai macam produk.
Pergeseran kebijakan ini memengaruhi kategori produk utama, menggeser industri dari dukungan jangka panjang ke fase baru yang lebih kompetitif.
Perubahan ini akan memaksa para eksportir untuk melakukan penilaian ulang strategis. Margin keuntungan akan langsung tertekan, terutama bagi usaha kecil dan menengah yang bersaing terutama berdasarkan harga. Untuk bertahan hidup, perusahaan harus fokus pada penambahan nilai melalui desain, inovasi teknologi, dan pembangunan merek untuk membenarkan potensi kenaikan harga. Lebih lanjut, bisnis harus bersiap menghadapi potensi tantangan logistik jangka pendek pada kuartal pertama tahun 2026, karena lonjakan pesanan "ekspor mendesak" menjelang tenggat waktu dapat membebani ketersediaan kontainer.
Poin Penting bagi Bisnis
Bertindaklah Sekarang: Maksimalkan rabat yang ada untuk pesanan yang dikirim sebelum 1 April 2026.
Negosiasi ulang: Berkomunikasi dengan klien internasional untuk membahas struktur harga baru.
Beradaptasi Secara Strategis: Berinvestasi dalam diferensiasi produk dan optimalisasi biaya. Pertimbangkan untuk menjajaki peluang pasar domestik atau produksi strategis di luar negeri untuk mempertahankan daya saing.
Berakhirnya era potongan harga ekspor merupakan momen penting, yang mendorong industri bahan bangunan Tiongkok dari model yang bergantung pada dukungan kebijakan menuju model yang didorong oleh inovasi pasar dan pengembangan berkualitas tinggi.
Waktu posting: 22 Desember 2025




